Urwah bin
Mas’ud Ats-tsaqafi- yang ketika itu masih musrik- Pernah berunding dengan Nabi
pada waktu perjanjian Hudaibayah.Ia melihat pengagungan para sahabat terhadap
beliau, dan tatkala ia kembali kepada kaum Quraisy ia berkata kepada mereka, “Wahai kaum quraisy, demi Allah aku pernah
diutus kepada para raja,aku telah diutus kepada Kaisar (Heraklius),Kisra,dan
Najasyi.Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pu yang diagungkan
oleh sahabatnya (anak buahnya) sebagaimana pengagungan para sahabat Muhammad kepada
Muhammad.
Demi Allah,tidaklah ia membuang
dahaknya kecuali jatuh di telapak tangan dari para sahabatnya kemudian orang
tersebut mengusapnya ke wajahnya dan kulit (tubuhnya).Jika ia memerintahkannya
maka mereka segera melaksanakannya.Jika ia berwudhu maka mereka hampir saja
saling berkelahi demi memperebutkan sisa wudhunya.Jika ia berbicara maka
merekapun merendahkan suara mereka dan mereka tidak mapu mempertajam pandangan
mereka kepadanya karena keagungannya.” (H.R. Al-Bukhari nomor
2731,2731).
Hadist di atas
menunjukkan betapa besar rasa cinta para sahabat kepada beliau.Hadist tersebut
juga menjelaskan diantara kekhususan Rasulullah;bagaimana tubuh beliau penuh
dengan berkah,rambut beliau,ludah beliau,ingus beliau,serta keringat
beliau,sebagaimana dijelaskan dalam hadist.


0 komentar: