Kamis, 18 Mei 2017

JALAN YANG LURUS ADALAH YANG BEBAS MUSIBAH,benarkah persepsi tersebut?





          “Tunjukilah hamba jalan yang lurus,yaitu jalan orang-orang yang engakau beri nikmat,bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang yang sesat.” (QS.Al-fatihah [1] :6-7)

          Jalan yang lurus penuh nikmat.Itulah yang kita minta pada saat shalat wajib.Jalan yang lurus adalah kehidupan yang bebas dari jerit kepedihan.Benarkah persepsi tersebut?

          Setiap manusia beriman atau tidak,pasti mengalami yang namanya ujian.Allah SWT,berfirman, “Apakah manusia menngira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ‘kami telah beriman’ dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS.Al-Ankabut [29]:2-3)

          Siapakah manusia yang paling beriman ?Tak Lain adalah Rasulullah SAW.Cobaan yang beliau terima adalah cobaan yang paling berat.Lantas,apa yang dimaksud dengan jalan yang lurus atau jalan yang penuh nikmat tersebut? Yaitu jalan yang membantu manusia mencapai keinginan puncaknya yaitu bahagia didunia dan di akhirat(surga).Jalan tersebuta adalah Al-Quran dan sunah Rasul.

          Orang yang memiliki persepsi bahwa jalan lurus adalah jalan yang bebas ujian hidup akan kecewa karena ujian hidup pasti menerpa.Orang seperti itu akan selalu berprasangka buruk kepada allah dan itu adalah dosa.

          Sementara itu,orang yang memiliki persepsi bahwa jalan yang lurus yaitu bahagia dunia dan akhirat (surga), maka ia akan selalu taat kepada Allah dan mematuhi aturan-aturan allah dalam Al-Quran dan hadis.
          Mari kita hayatibenar makna jalan yang lurus dalam hidup kita.


Jalan yang lurus adalah

Menaati aturan-aturan Allah
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: