“Tunjukilah hamba jalan yang
lurus,yaitu jalan orang-orang yang engakau beri nikmat,bukan jalan orang yang
dimurkai dan bukan pula jalan orang yang sesat.” (QS.Al-fatihah
[1] :6-7)
Jalan yang
lurus penuh nikmat.Itulah yang kita minta pada saat shalat wajib.Jalan yang
lurus adalah kehidupan yang bebas dari jerit kepedihan.Benarkah persepsi
tersebut?
Setiap manusia
beriman atau tidak,pasti mengalami yang namanya ujian.Allah SWT,berfirman, “Apakah manusia menngira bahwa mereka akan
dibiarkan hanya dengan mengatakan ‘kami telah beriman’ dan mereka tidak diuji?
Dan sungguh, kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti
mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.”
(QS.Al-Ankabut [29]:2-3)
Siapakah
manusia yang paling beriman ?Tak Lain adalah Rasulullah SAW.Cobaan yang beliau
terima adalah cobaan yang paling berat.Lantas,apa yang dimaksud dengan jalan
yang lurus atau jalan yang penuh nikmat tersebut? Yaitu jalan yang membantu
manusia mencapai keinginan puncaknya yaitu bahagia didunia dan di
akhirat(surga).Jalan tersebuta adalah Al-Quran dan sunah Rasul.
Orang yang
memiliki persepsi bahwa jalan lurus adalah jalan yang bebas ujian hidup akan
kecewa karena ujian hidup pasti menerpa.Orang seperti itu akan selalu
berprasangka buruk kepada allah dan itu adalah dosa.
Sementara
itu,orang yang memiliki persepsi bahwa jalan yang lurus yaitu bahagia dunia dan
akhirat (surga), maka ia akan selalu taat kepada Allah dan mematuhi
aturan-aturan allah dalam Al-Quran dan hadis.
Mari kita
hayatibenar makna jalan yang lurus dalam hidup kita.
Jalan yang lurus adalah
Menaati aturan-aturan Allah


0 komentar: